Berisi Pengetahuan, Artikel, Tutorial, dan Tips yang Bermanfaat dan Berguna.

Header Ads

Visitors

Followers

Friday, August 3, 2012

Bahaya Tidur Berlebihan


Bahaya Tidur Berlebihan - Kita tahu bahwa sulit tidur atau yang biasa disebut insomnia tidak baik untuk kesehatan. Begitu juga dengan "lawannya", yakni oversleeping (kelebihan tidur) atau hipersomnia, ternyata juga tak kalah buruk untuk tubuh.
Meskipun tidur merupakan kegiatan yang harus terpenuhi untuk membantu proses peremajaan tubuh, jika dilakukan berlebihan, hal itu akan memberikan dampak negatif untuk kesehatan. Para pakar pun menganjurkan untuk tidak tidur lebih dari sembilan jam tiap malam.
Apa saja yang memungkinkan menjadi penyebab oversleeping atau hipersomnia?

Sleep apnea, jenis gangguan tidur di mana orang berhenti bernapas untuk sesaat ketika tidur dan dapat menyebabkan meningkatnya kebutuhan tidur karena membuat siklus tidur normal terganggu. Penderita akan merasa lelah dan lemas meski telah tidur selama 10 jam. Gangguan pernapasan mulai terjadi karena dinding tenggorokan cenderung berhenti beraktivitas, sementara individu sedang dalam kondisi bersantai (tidur). Akibatnya, aliran udara di dalam tubuh berhenti dan seketika individu tersebut terbangun untuk bernapas.

Narcolepsy, masalah neurologis yang menyebabkan tidur berlebihan. Narcolepsy memengaruhi bagian otak yang mengontrol dan mengatur tidur. Penderita (narcolepsy) gagal untuk mengidentifikasi dan membedakan waktu tidur dengan waktu untuk tetap terjaga. Penderita dapat tertidur di mana saja dan kapan saja.

• Stres dan depresi. Dua hal ini memang harus dihindari karena dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan jiwa, juga mental, tak terkecuali oversleeping.

• Kelelahan. Kelelahan akibat bekerja terlalu keras, gangguan tidur, kehamilan, atau kekurangan tidur merupakan salah satu penyebab utama oversleeping. Ketika merasa lelah, Anda cenderung memutuskan tidur lebih lama, bahkan lebih dari sembilan jam, untuk mencoba agar segar kembali.
Apa dampak oversleeping bagi kesehatan?

• Diabetes. Penelitian menunjukkan, orang yang tidur lebih dari sembilan jam tiap malam berisiko 50 persen lebih besar terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh jam per malam. Penelitian juga menemukan, oversleeping dapat mengindikasikan gangguan medis yang meningkatkan kemungkinan pengaruh diabetes.

• Obesitas. Penelitian menunjukkan, mereka yang tidur selama 9-10 jam tiap malam 21 persen lebih mungkin mengalami obesitas daripada mereka yang hanya tidur selama 7-8 jam.

• Sakit jantung. Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang tidur selama 9-11 jam  tiap malam 38 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner.

• Sakit kepala. Para peneliti meyakini, sakit kepala bisa merupakan efek dari oversleeping. Mereka yang tidur terlalu lama pada siang hari sering mengalami gangguan ketika hendak tidur pada malam harinya sehingga menyebabkan timbulnya sakit kepala pada keesokan hari.

• Nyeri punggung. Ketika Anda berbaring di tempat tidur selama berjam-jam, sering kali timbul nyeri pada punggung. Orang yang menderita sakit punggung atau rentan terhadap sakit punggung pun dianjurkan dokter untuk tetap aktif bergerak, tidak sering berbaring atau tiduran.

• Kematian. Beberapa penelitian menemukan, orang yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malam memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam per malam. Para peneliti berspekulasi, depresi dan rendahnya status sosial ekonomi (juga dikaitkan dengan tidur lebih lama) dapat dihubungkan dengan meningkatnya mortalitas (kematian).
Apa pilihan pengobatan untuk mengatasi oversleeping?
Tidur yang lama biasanya tidak membutuhkan pengobatan, kecuali jika gejala yang muncul menandakan adanya gangguan yang lebih serius. Pada kasus-kasus tersebut, penyebabnya harus diketahui terlebih dahulu. Masalah terbesar mereka yang punya kebiasaan tidur lama adalah menyesuaikan jadwal harian untuk waktu tidur. Jika tidak memenuhi kuantitas tidur yang dibutuhkan, mereka biasanya akan merasa kesal dan mengalami kelelahan pada keesokan harinya. Mereka juga menghadapi masalah dalam hubungan sosial.

Tips mengatasi oversleeping:

• Pilih nada atau suara alarm yang tepat. Memilih suara yang tepat penting artinya untuk mengembalikan Anda ke realitas, bahkan dari tidur Anda yang paling dalam.

• Jangan tergoda untuk tidur ringan atau snooze setelah Anda terbangun. Hindarilah penggunaan tombol snooze pada alarm karena hanya akan mengacaukan jadwal alarm Anda.

• Pertahankan jadwal tidur secara teratur. Buatlah kebiasaan yang membuat tubuh Anda teratur untuk beristirahat dan kembali siap untuk beraktivitas pada hari berikutnya. Rencanakan program aktivitas hingga larut hanya pada saat Anda bebas dari tenggat pada keesokan harinya.

•  Berkonsultasi dengan dokter.  Temuilah dokter jika Anda mengalami gejala oversleeping kronis. Hal itu penting untuk mengetahui gangguan atau penyakit yang menyebabkan Anda mengalami oversleeping.

Duduk Terlalu Lama Sama Buruknya Seperti Merokok


Duduk Terlalu Lama Sama Buruknya Seperti Merokok - Sudah banyak orang yang tahu bahwa merokok adalah kebiasaan buruk yang dapat merusak kesehatan tubuh. Tapi ternyata ada kebiasaan lain yang sama efek buruknya seperti merokok, yaitu duduk terlalu lama.

Dr James Levine, seorang dokter Mayo Clinic di Rochester menyebutkan bahwa sitting disease atau penyakit yang ditimbulkan akibat duduk terlalu lama sama seperti penyakit yang ditimbulkan akibat efek samping dari merokok.

"Para peneliti telah menghubungkan duduk dengan waktu yang lama dengan sejumlah masalah kesehatan dan kematian dini akibat penyakit jantung," tulis Dr James Levine dalam situs Mayo Clinic, seperti dilansir Livescience, Sabtu (3/3/2012).

Menurut Dr Levine, dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang menghabiskan lebih dari empat jam sehari duduk di depan televisi memiliki 80 persen peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung, dibandingkan dengan orang dewasa yang menghabiskan kurang dari dua jam duduk di depan televisi.

"Risiko ini terlepas dari faktor risiko lain seperti merokok dan diet yang tak sehat," lanjut Dr Levine.

Dalam studi lain, duduk terlalu lama juga terkait dengan risiko kanker. Total kanker yang terkait dengan terlalu lama duduk sebanyak 173.000 kasus kanker terdiri dari 49.000 kasus kanker payudara, 43.000 kasus kanker usus, 37.200 kasus kanker paru-paru, 30.600 kasus kanker prostat, 12.000 kasus kanker endometrium dan 1.800 kasus kanker ovarium.

Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa perempuan yang duduk sampai 7 jam sehari berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk duduk dalam seminggu, maka cenderung menunjukkan tanda-tanda penyakit lebih awal.

"Solusinya bukan menambah waktu nge-gym, yang tampaknya tidak mengimbangi risiko tersebut. Tapi sebaliknya, solusinya adalah kurangi waktu duduk dan bergeraklah lebih banyak," tegas Dr Levine.

Cukup dengan berdiri, Anda akan membakar tiga kali lebih banyak kalori ketimbang hanya duduk. Kontraksi otot termasuk yang diperlukan untuk berdiri tampaknya juga memicu proses penting yang berkaitan dengan pemecahan lemak dan gula.

"Ketika Anda duduk, kontraksi otot berhenti dan ini adalah proses perlambatan," lanjut Dr Levine.

sumber : klik disini

Thursday, August 2, 2012

Peraturan Pertandingan PBSI/BWF


Peraturan Pertandingan PBSI/BWF - Berikut ini peraturan pertandingan PBSI/BWF:
  1. Score system mempergunakan “rally Point” the best of three games.
  2. Pada point 11 tiap-tiap game, pemain diizinkan untuk istirahat selama 1 (satu) menit dan pelatih boleh memberikan instruksi-instruksi kepada pemainnya, tetapi pemain tidak boleh meninggalkan lapangan.
  3. Pada waktu pergantian tempat antara game pertama dan game kedua pemain diizinkan istirahat 2 menit. Pelatih diperkenankan ke lapangan untuk memberikan instruksi-instruksi, tetapi pemain tidak boleh meninggalkan lapangan.
  4. Bila terjadi One Game All (game satu sama), pemain diizinkan untuk istirahat selama 2 menit.
  5. Seorang pemain hanya diperkenankan bermain dalam 2 nomor yaitu : 1 (satu) kali tunggal dan 1 (satu) kali ganda, 1 (satu) kali tunggal dan 1 (satu) kali Ganda Campuran.
  6. Apabila terjadi Gangguan, Referee berhak untuk menunda atau memindahkan pertandingan ke tempat/hari lain dengan tetentuan hasil pertandingan yang diperolehnya tetap berlaku/syah.
  7. Barang-barang yang boleh diletakkan dekat lapangan pertandingan hanya air minum dan perlengkapan atlet lainnya sebagai cadangan.
  8. Pemain yang beralih status keanggotaanya dari stu klub ke klub lainnya, harus memenuhi ketentuan mutasi pemain dan disyahkan oleh Tim Keabsahan.
  9. Pemain yang pada gilirannya harus bertanding, tetapi tidak hadir dilapangan setelah dipanggil tiga kali dalam waktu 5 (lima) menit diyantakan kalah.
  10. Selama pemain melakukan pertandingan, tidak diperkenankan meninggalkan lapangan tanpa izin wasit yang bertugas, termasuk menukar raket dengan yang berada dipinggir lapangan.
  11. Setiap pemain diwajibkan berpakaian olahraga bulutangkis sesuai peraturan yang berlaku.
  12. Pemain yang mendapat cedera dilapangan, apabila tidak dapat melanjutkan pertandingan dinyatakan kalah.
  13. Pemain yang mendapat cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan, kedudukannya pada nomor lain dapat diganti apabila nomor tersebut belum memulai pertandingan pertamanya.
  14. Tiap pemain berhak mendapat istirahat 30 (tiga puluh) menit diantara 2 (dua) pertandingan yang harus dimainkannya secara berturut-turut.
  15. Pemain dan Official bertanggung jawab untuk mengetahui sendiri bila dan dimana harus bertanding, termasuk adanya perubahan jadwal dan sebagainya.
  16. Pemain yang tidak mau melaksanakan pertandingan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan panitia dinyatakan kalah.
  17. Apabila pemain memerlukan tambahan perlengkapan pada waktu melakukan pertandingan (air, raket dsb) harus sepengetahuan dan melalui Referee.
  18. Pemain/atlet dilarang mempergunakan obat dopping.
  19. Peserta yang belum tiba gilirannya tidak diperkenankan memasuki lapangan tempat pertandingan.
Selain peraturan diatas, peraturan teknis permainan harus juga diperhatikan. Terutama saat melakukan servis. Servis adalah modal utama bagi pemain untuk memperoleh poin. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan servis adalah sebagai berikut:
Servis yang Salah :
1. Pada saat memukul bola, kepala (daun) raket lebih tinggi atau sejajar dengan grip raket.
2. Titik perkenaan kok, kepala (daun) raket lebih tinggi dari pinggang.
3. Posisi kaki menginjak garis tengah atau depan.
4. Kaki kiri melakukan langkah.
5. Kaki kanan melangkah sebelum kok dipukul.
6. Rangkaian mengayun raket dan memukul kok tidak boleh terputus.
7. Penerima servis bergerak sebelum kok servis dipukul.
Servis yang Benar :
1. Pada saat memukul, tigngi kepala (daun) raket harus berada dibawah pegangan raket.
2. Perkanaan kok harus berada di bawah pinggang.
3. Kaki kiri statis.
4. Kaki hanya bergeser, tetapi tidak lepas dari tanah.
5. Rangkaian mengayun raket, harus dalam satu rangkaian.
6. Penerima servis bergerak sesaat setelah servis dipukul.